Indonesia menyelenggarakan hari Kemerdekaan-nya yang ke-72 pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2017. Biasanya akan selalu dilakukan upacara bendera oleh paskibra dan sebagian besar warga Indonesia. Setelah upacara sebagian warga akan berkumpul dan merayakan hari Kemerdekaan dengan mengadakan perlombaan, yaitu, lomba balap karung, lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, tarik tambang dll.
1. Balap Karung
Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir. Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, tarik tambang, dan makan kerupuk. Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.
ARTI & MAKNA :
Saat penjajahan, sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat. Bahan pakaian diambil kaum penjajah, yang tertinggal adalah plastik, karet, dan karung. Mau tidak mau, rakyat hanya mengenakan pakaian berasal dari karung goni. Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit sehingga saat tibanya kemerdekaan disambut rakyat dapat berpakaian layak kembali. Sebagai bentuk pelampiasan kekesalan terhadap penggunaan kain berbahan karung, maka rakyat menginjak-injak karung. Namun makna lain dari balap karung adalah, betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung. Sejauh apapun “melompat” tetap akan mengalami kesulitan akibat dihalang-halangi. Terkadang bisa saja terjerambab. Hal itu pula yang menyulitkan kemajuan bangsa Indonesia dalam kungkungan penjajah.
2. Lomba Panjat Pinang
Permainan ini menggunakan tiang yang telah dilumuri oleh pelumas. Tiang itu diibaratkan sebuah pohon pinang yang tinggi . Di bagian atas tiang tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik.
Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat tiang yang licin sampe sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat tiang inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya tiang tersebut, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.
ARTI & MAKNA :
Semangat kebersamaan dan gotong royong untuk mencapai suatu tujuan. Kita bisa lihat dari semangat para peserta yang menaiki pohon pinang tersebut yang sangat licin meskipun sudah jatuh berpuluh-puluh kali tapi mereka bersama-sama berfikir bagaimana bisa mendapatkan hadiah yang ada diatas. Disini jelas hal ini mengajarkan kepada bangsa Indonesia untuk jangan pernah mau menyerah meskipun Negara kita diambang krisis harusnya kita semua bersatu dan berpikir bagaimana cara untuk menaikkan martabat bangsa Indonesia.
3. Lomba Makan Kerupuk
Perlombaan ini biasanya dilakukan dengan mengikat sejumlah kerupuk dengan tali. Lalu, kerupuk-kerupuk tadi digantung secara berjejer pada sebuah tali panjang. Jumlah kerupuk yang digantung harus sama banyaknya dengan jumlah peserta. Lalu, peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing dengan tangan terikat, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya.
ARTI & MAKNA:
Permainan tersebut mengajarkan, betapa masyarakat saat penjajahan mengalami kesulitan pangan. Untuk makan yang paling sederhana sekalipun dibayangi kesulitan, akibat hasil panen pangan utama diambil kaum penjajah. Rakyat kesulitan pangan mengalami penderitaan kurang gizi dan badan menjadi kurus kering, sedangkan akibat terparah adalah perut membuncit meski kelaparan (busung lapar). Oleh karena itu, kesulitan mendapatkan pangan diperparah dengan kondisi fisik yang lemah untuk mendapatkan makanan. Disini kita berusaha untuk tidak pernah lupa pada sejarah masa-masa kelam dan berusaha untuk lebih baik dalam membangun negeri ini, mengisi kemerdekaan.
Pertandingan melibatkan dua regu, dengan beberapa peserta. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah. Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan.
ARTI & MAKNA :
Persatuan dapat membantu mengalahkan lawan. Makna lain tarik tambang adalah bagaimana upaya menggapai suatu tujuan harus melalui tarik ulur secara keras. Terkadang tambang bergeser ke kiri-kanan untuk menuju satu tujuan kemenangan. Tim yang kompak dan strategi yang tepat akan mampu menarik tambang dengan mantap. Hal itu ditunjukkan dalam persatuan bangsa untuk menarik “tambang” kemerdekaan secara bersama-sama dari tarikan tambang penjajah.






























